Selain Jalur Evakuasi, Ada Garis Kuning Yang Dipasang Oleh PT. KAI

Posted by on Feb 24, 2017 in blog |

Selain rambu jalur evakuasi masih ada lagi petunjuk untuk keluar dari stasiun loh! Apakah pembaca mengetahui apa gunanya garis kuning yang dipasang oleh PT. KAI saat memasuki stasiun dan sampai tempat penungguan kereta di stasiun KRL? Belakangan ini PT. KAI sedang memasang blok kuning yang di pasang secara membentang membentuk garis kuning di sepanjang peron bahkan sampai jalan keluar arah stasiun. Hal ini tentunya banyak yang belum mengetahui apa fungsi utama dari garis kuning tersebut.

Sebenarnya, apa maksud dan tujuan dari KAI membuat garis kuning? Pada awalnya saya berpikir bahwa PT.KAI menempatkan blok kuning berukuran 40 cm itu sebagai panduan ketika stasiun insiden jalur evakuasi yang berbahaya dan membutuhkan evakuasi penumpang dalam gelap. Ternyata pemikiran saya yang salah.

garis kuning yang dipasang di hampir setiap stasiun KRL Jabodetabek akan melihat dua motif terpasang. Salah satu motif berbentuk 4 buah dan satu berbentuk garis titik lurus di atasnya. Mengapa KAI harus menginstal kedua blok motif? Tentu saja, dua blok memiliki arti tersendiri. Garis lurus blok yang berarti ‘Keep Walking’ sementara blok berbentuk gelembung yang berarti ‘Berhenti’.

Selain Jalur Evakuasi, Ada Garis Kuning Yang Dipasang Oleh PT. KAI

Tentu pembaca bertanya-tanya apa gunanya sebenarnya pemasangan trek di setiap stasiun KRL jika tidak digunakan sebagai panduan jalur evakuasi? Tentu saja, KAI menempatkan blok kuning memiliki tujuan tertentu dan bukan hanya sebagai platform pemanis saja. Garis kuning ternyata diperuntukkan bagi mereka yang memiliki gangguan visual atau kita kenal dengan gangguan penglihatan atau tunanetra. Garis kuning berfungsi sebagai panduan bagi mereka untuk memasuki daerah tersebut tanpa harus stasiun khawatir akan mengalami kecelakaan. Karena menggunakan garis kuning yang akan memberitahu mereka ketika menjalankan dan kapan harus berhenti. Hal ini tentu saja dapat mereka rasakan ketika mereka melangkah blok bergaris lurus atau melangkah lingkaran blok.

Dengan pemasangan blok kuning, maka dapat dipastikan bahwa manajer Commuter Line berusaha untuk memberikan apresiasi kepada saudara-saudara kita yang menanggung tunanetra sehingga mereka tidak mengalami kesulitan saat menggunakan jalur transportasi komuter, meskipun tidak ada yang membantu dia pada saat itu . Dan kami salut PT. Kereta Api Indonesia yang telah mencoba lebih mudah bagi penyandang tunanetra saat menggunakan commuter line. Harapan kita bisa bersosialisasi pihak KAI pada garis kuning ini agar dapat dipahami oleh orang-orang yang membutuhkannya. Selama saya telah melihat banyak saudara kita yang buta masih menggunakan jalur kuning untuk membimbing mereka di commuter line.

 

Dengan demikian informasi ini kami berikan, semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan Anda saat berada di stasiun, dan jika Anda ingin membuat jalur evakuasi untuk apapun bisa kunjungi kami di http://www.gosign.co.id .

Spread the love